Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Asal Usul Penggunaan Lambang Bulan Sabit dan Bintang Dalam Islam



Lambang bulan sabit dan bintang bersegi lima ditengah-tengahnya, yang dipasang pada kubah-kubah masjid, apakah memang ada dalilnya? kalau memang tidak ada apakah ini tidak menyalahi syar'i, bukankah lambang pemersatu kita adalah baitullah, sebagai kiblat umat islam???

Sebenarnya asal muasal lambang bulan bintang berasal dari lambang khilafah Islamiyah terakhir yang dimiliki umat Islam, Khilafah Turki Utsmani.

Khilafah ini adalah warisan terakhir kejayaan umat Islam. Memiliki luas wilayah yang membentang dari ujung barat sampai ujung timur dunia. Wilayahnya secara real adalah tiga benua besar dunia, Afrika-Eropa dan Asia. Ibukotanya adalah kota yang sejak 1400 tahun yang lalu telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW sebagai kota yang akan jatuh ke tangan umat Islam.

Rasulullah bersabda,"Qonstantinople akan kalian bebaskan. Pasukan yang mampu membebaskannya adalah pasukan yang sangat kuat. Dan panglima yang membebaskannya adalah panglima yang sangat kuat.".

Berabad-abad lamanya umat Islam memimpikan realisasi kabar gembira Rasulullah ITU. Namun sejak zaman khalifah Rasyidah, Bani Umayah hingga Bani Abbasiyah, kabar gembira itu tidak pernah juga terealisasi. Memang sebagian Eropa sudah jatuh ke tangan Islam, yaitu wilayah Spanyol dengan kota-kotanya antara lain : Cordova, Seville, Granda dan seterusnya.

Namun jantung Eropa belum pernah jatuh secara serius ke tangan Islam. Barulah ketika Sultan Muhammad II yang lebih dikenal dengan Sultan Muhammad Al-Fatih menjadi panglima, jatuhlah kota yang pernah menjadi ibu kota eropa itu. Lewat pertemupuran yang sangat dahsyat dengan menggunakan senjata paling modern di kala itu, yaitu CANON atau meriam yang sangat besar dan suaranya memekakkan telinga, Muhammad Al-Fatih berhasil menjatuhkan kota konstantininopel itu dan menjadikannya sebagai ibu kota Khilafah Turki Utsmani. Serta menjadikannya pusat peradaban Islam.

Wilayahnya adalah tiga benua dan semua peradaban yang ada di dalamnya. Saat itu bulan sabit digunakan untuk melambangkan posisi tiga benua itu. Ujung yang satu menunjukkan benua Asia yang ada di Timur, Ujung lainnya mewakili Afrika yang ada dibagian lain dan di tengahnya adalah Benua Eropa. Sedangkan lambang bintang menunjukkan posisi ibu kota yang kemudian diberi nama Istambul yang bermakna : Kota Islam.

Bendera bulan sabit ini adalah bendera resmi umat Islam saat itu, karena seluruh wilayah dunia Islam berada di bahwa satu naungan khilafah Islamiyah. Tidak seperti sekarang ini yang terpecah-pecah menjadi sekian ratus negara yang berdiri sendiri hasil dari jajahan barat.

Wajar kalau lambang itu begitu melekat di hati umat dari ujung barat Maroko sampai ujung Timur Maroke. Inilah lambang yang pernah dimiliki oleh umat Islam secara bersama, bulan dan bintang.


Sedangkan masalah warna, justru ini menarik, karena lambang dunia Islam itu justru berwarna merah, bukan hijau seperti sekarang.

Wallahu a`lam Bisshawab.
sumber

Perancang Lambang Republik Indonesia



SEPANJANG orang Indonesia, siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.



Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.

Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.

Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda. Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan "over commando" kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan "ide perisai Pancasila" muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku "Bung Hatta Menjawab" untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan "Bhineka Tunggal Ika". Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya "Sekitar Pancasila" terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih "gundul" dan "tidak berjambul" seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.

Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang "gundul" menjadi "berjambul" dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. "Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999," akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. "Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II," katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.**

Sultan Hamid II Pencipta Burung Garuda
Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak, Kalbar ini adalah pencipta Burung Garuda. Sultan Hamid juga orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer.

Pontianak: Nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie memang kurang dikenal di Tanah Air. Padahal, tokoh nasional dari Pontianak, Kalimantan Barat ini adalah pencipta lambang negara Indonesia, Burung Garuda.

Selain pencipta lambang negara, Syarif yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak ini juga adalah orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer, yaitu mayor jendral.

Sultan Hamid membuat lambang negara berdasarkan penugasan Presiden Sukarno pada 1950. Saat itu dia menjabat menteri tanpa porto folio. Rekannya, Muhammad Yamin sebenarnya juga membuat rancangan lambang negara, Namun, Sukarno akhirnya memilih rancangan Sultan Hamid. Setelah disempurnakan, gambar Burung Garuda diresmikan Sukarno sebagai lambang negara pada 10 Februari 1950.

Salinan sketsa Burung Garuda yang tersimpan di Keraton Kadriah, Pontianak ini menunjukkan proses pembuatan lambang negara sangat rumit hingga harus diubah berkali-kali.

Kotak Hitam,benda paling di cari pada kecelakaan pesawat..!!



INTERLUDE
Berita yang sedang hot saat ini adalah soal jatuhnya pesawat Merpati Airlines Jurusan Sorong-Kaimana dengan tipe pesawat MA 60 buatan pabrik China. Ane tidak membahas tentang pesawat tsb , tetapi yg ane mau bahas adalah soal KOTAK HITAM (BLACK BOX). Karena jika ada pesawat yg jatuh , pasti yg dicari selain korban adalah si Kotak Hitam ini.

SEJARAH

Kotak Hitam telah lama dikenal. Pada awal tahun 1900-an, Wright bersaudara menemukan sebuah alat primitif untuk mencatat putaran baling-baling. Pada akhir tahun 1950-an, alat itu berkembang menjadi pencatat data penerbangan pertama, yang biasa disebut KOTAK HITAM.





Ketika pesawat jatuh atau hampir jatuh, prioritas utama para penyidik kecelakaan adalah menemukan KOTAK HITAM. Padahal sebenarnya tidak berwarna hitam sama sekali.



Sejak tahun 1960-an, sekitar 800 pesawat hancur karena jatuh dan KOTAK HITAM selalu selamat. KOTAK HITAM mulai dikenal akibat COMET, pesawat jet pertama. Pada tahun 1953, COMET jatuh dari langit dan tidak ada yang tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Dibutuhkan penelitian yang cukup mahal untuk mengetahui apa yang terjadi.



Pada tahun 1957, sebagai usaha untuk lebih mudah menentukan penyebab jatuhnya pesawat, Civil Aeronautics Authority USA menganjurkan semua pesawat dengan berat lebih dari 9 ton perlu membawa alat pencatat data.



Alat ini akan mencatat beberapa kondisi pesawat yang mendasar, misalnya arah, kecepatan, ketinggian, percepatan vertikal, dan waktu. Sejak itu, tehnologi tersebut telah berkembang dari pencatatan informasi pada lembaran logam dan kawat baja menjadi pencatatan dengan kaset magnetik. Generasi terakhir tidak memiliki bagian-bagianyang dapat dipindahkan dan langsung mencatat dalam memori yang solid.



PENEMUAN ORANG AUSTRALIA
Tahun 1934, ayah dari David Warren yang berumur 10 tahun meninggal dalam sebuah kecelakaan udara pertama di Australia. Hadiah terkahir yang diberikan kepada David kecil adalah perangkat radio kristal. David mulai membuat radio sebagai hobi dan dia pun sangat tertarik pada elektronik.
Tahun 1953, pesawat COMET jatuh.



David saat itu telah menjadi ilmuwan riset di AERONAUTICAL RESEARCH LABORATORY (ARL) di Melbourne. Ia segera sadar menyadari bahwa rekaman suara pilot dan sebagai pembacaan alat untuk memberikan petunjuk yang sangat berharga tentang penyebab jatuhnya pesawat. Ia membuat KOTAK HITAM yang pertama, namun penemuan tersebut kurang diminati di Australia.



Pada tahun 1958, ia bernasib baik. Ketika sekertaris AIR REGISTRATION BOARD di Inggris, Sir Robert Hardingham, mengunjungi ARL, David menunjukan proyek di luar pekerjaan tersebut. Sir Robert segera mengakui potensi David sehingga David Warren dan KOTAK HITAM pertamanya menuju London. Banyak perusahaan melihat manfaat dari penemuan David dan pada akhirnya perusahaan-perusahaan tersebut membuat versi sendiri-sendiri.

KOTAK HITAM diwajibkan di Australia, setelah Fokker Friendship jatuh di Mackay, Queensland pada tahu 1960. Tahun 1963 Australia menjadi negara pertama yang memiliki perekam suara di cockpit.

TENTANG KOTAK HITAM

Sebuah KOTAK HITAM terdiri dari dua bagian :

1. CVR (Cockpit Voice Recorder) yang dapat merekam percakapan dan suara di dalam cockpit selama 2 jam.
2. FDR (Flight Data Recorder) yang dapat merekam informasi selama 24 jam tentang 700 aspek yang berbeda pada pesawat, misalnya : tekanan bahan bakar dan kecepata rotasi semua bagian yang bergerak didalam setiap mesin, sudut sayap pesawat, dan suhu didalam cargo.



Agar KOTAK HITAM mendapat perlindungan yang maksimal, kotak ini diletakan dibagian pesawat yang biasanya terakhir menyentuh tanah ketika jatuh (di ekor). Seluruh bagian depan pesawat merupakan wilayah berbahaya bagi KOTAK HITAM.





Generasi terbaru KOTAK HITAM lebih kuat daripada pegulat di WWF. Memorinnya yang solid dikelilingi alumunium, yang dibungkus oleh bahan insulasi panas yang sangat efisien, yang kemudian dibungkus lagi dalam lembaran tebal stainless steel.

KOTAK HITAM harus tahan pada suhu 1.100celcius selama 1 jam, lalu 260celcius selama 10 jam. Dalam, tes pengaruh jatuhnya pesawat, KOTAK HITAM tahan terhadap 3.400G akselerasi. Manusia akan kehilangan kesadaran jika mengalami 5G selama 5 detik. Tes biasanya dilakukan dengan melontarkan kotak hitam dengan sebuah meriam. Pada Tes Pierce, sebuah benda dengan berat 227Kg dan akan diberi paku baja yang tajam dengan diameter 6,5mm dijatuhkan 3 meter dari atas KOTAK HITAM. KOTAK HITAM dapat tahan terhadap tekanan dasar laut, dan dapat berada didalam air asin selama 1 bulan. Semua proses tinggi ini membuat KOTAK HITAM berharga sekitar U$ 20,000 – U$ 30,000 dollar AS (Rp. 200,000,000 – Rp. 300,000,000).





Tentu saja, KOTAK HITAM tidak berwarna hitam, tahun 1965 warnanya diubah menjadi ORANYE warna yang sangat mudah dikenali . Kita benar-benar tidak tahu mengapa kotak itu disebut KOTAK HITAM. Teori populer mengatakan bahwa setelah terkena api, kotak yang tadinya berwarna oranye akan menjadi KOTAK HITAM akibat terbakar atau terkena jelaga.



Mengapa pesawat tidak memiliki kekuatan seperti KOTAK HITAM ? :
1. Bila pesawat jatuh kemungkinan penumpang tidak akan bertahan terhadap tekanan gravitasi
2. Pesawat mungkin akan terlalu berat untuk terbang


Source: 

Sejarah 13 Kali Perubahan Nama Kota Jakarta



Usia Jakarta nyaris 5 abad. Dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung, Jakarta kini berkembang menjadi kota metropolis. Tidak ada lagi rawa-rawa. Sejauh mata memandang, hanyalah gedung-gedung pencakar langit.

Tapi tahukah Anda? Jakarta yang kini menginjak usia 484 tahun sudah 13 kali berganti nama. Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan, cikal bakal Jakarta adalah sebuah kota bernama Kalapa. Laporan para penulis Eropa di abad 16 menyebutkan, Kalapa saat itu menjadi bandar utama kerajaan Hindu bernama Sunda yang ibukotanya Padjajaran.

Namun pada 22 Juni 1527, Fatahillah yang kemudian menjadi penguasa mengganti nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta. Sesuai Keputusan DPR Kota Sementara No. 6/D/K/1956, tanggal itu kemudian dicanangkan sebagai hari jadi kota Jakarta.

Berikut nama-nama yang pernah menjadi sebutan untuk Jakarta:

1. Pada Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran

2. Tanggal 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta

3. Tanggal 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia

4. Tanggal 1 April 1905 berubah nama menjadi 'Gemeente Batavia'

5. Tanggal 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia

6. Tanggal 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi

7. Pada September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta

8. Tanggal 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia

9. Tanggal 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj'a Jakarta

10. Tanggal 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya

11. Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya

12. Tanggal 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.

13. Tahun1999, melalaui UU No 34 tahun 1999 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan otonominya tetap berada di tingkat provinsi dan bukan pada wilayah kota. Selain itu wilayah DKI Jakarta dibagi menjadi 6, yakni 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administratif Kepulauan Seribu.


sumber

Sejarah Komik Gareng,Petruk,Semar,Bagong Karya Tatang S



Komik adalah suatu bentuk seni dengan menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri. Dalam sejarah perkembangan komik di Indonesia, ada satu nama komikus yang cenderung terlupakan. Padahal, ia merupakan seorang komikus yang produktif dan fenomenal pada zamannya. Komikus tersebut adalah Tatang S.



Tatang Suhenra.

Siapakah Tatang S? Tatang S bernama lengkap Tatang Suhenra. Pada tahun 1970-an, kabarnya, ia pernah menjadi komikus yang bayarannya paling tinggi di Bandung. Ketika itu, ia dikenal sebagai komikus cerita-cerita silat. Karena ambisinya dalam mencipta komik sangat besar, tidak jarang ia sering 'berbenturan' dengan rekan-rekannya sesama komikus. Kasus yang menonjol adalah ketika ia terlibat 'perang komik' dengan Ganes TH. Ganes merupakan seorang komikus yang kesohor dengan karyanya, 'Si Buta Dari Goa Hantu'. Pada suatu ketika, Ganes pindah dari sebuah penerbitan. Penerbit tersebut tak terima dan sakit hati dengan kepindahan Ganes. Tak lama kemudian Tatang direkrut oleh penerbit itu untuk menyaingi komik sohor karya Ganes. Tatang lalu membuat komik 'Si Gagu dari Goa Hantu' untuk menyaingi 'Si Buta dari Gua Hantu'-nya Ganes. Lalu apa yang terjadi? Ternyata komik karya Tatang ini cuma beredar sebanyak tiga edisi sampai akhirnya dibredel. 'Si Gagu dari Goa Hantu'-nya Tatang membuat dunia perkomikan Indonesia gempar. Secara tidak langsung, Tatang telah menjadi korban pemainan penerbit, sehingga karir Tatang sebagai seorang komikus silat hancur.

Dari sini Tatang lalu hijrah ke Jakarta. Di Jakarta ia tetap berkarya dalam komik. Tapi, karirnya tak semulus seperti saat ia di Bandung dahulu. Ternyata 'perseteruannya' dengan Ganes masih saja berbuntut. Saat itu, penggemar Ganes TH sangat banyak. Penerbit takut para penggemar Ganes TH akan 'menyerang' komik Tatang. Akibatnya, banyak penerbit yang takut menerbitkan komik Tatang.

Nasib manusia selalu berubah, layaknya putaran roda pedati. Begitupula nasib Tatang S. Kisah nasib Tatang yang berubah diawali saat komik-komik luar negeri, terutama dari Jepang, membanjiri pasar Indonesia. Ini terjadi pada era 1980-an. Ketika itu, penerbit lebih memilih menerbitkan komik terjemahan untuk mengikuti tren pasar. Imbasnya, banyak komikus yang memilih 'meloncat' ke jalur ini. Tak dapat dipungkiri, tren tersebut memang menjanjikan materi berlebih. Namun, berbeda dengan Tatang. Ia tidak mengikuti tren yang tengah mewabah ini dan tetap konsisten di jalurnya, yaitu membuat komik. Komik Tatang waktu itu diterbitkan oleh sebuah penerbit kecil yang letaknya di daerah Pasar Senen, Jakarta Pusat. Penerbit tersebut bernama Gultom Agency. Trik Gultom Agency untuk membidik pasar cukup cerdas. Penerbit ini mengincar lapisan menengah-bawah, dengan oplah 10.000 eksemplar.

Karir Tatang kembali bersinar setelah ia membuat komik dengan tokoh Punakawan (Gareng, Petruk, Semar, Bagong). Meskipun diakui, sebelumnya telah ada beberapa nama komikus yang membuat komik tokoh punakawan, seperti Hidayat Sujana, HAB, Rowing, Rachman, serta Indri S, tetapi nama Tatang S yang paling bersinar. Salah satu alasannya, karena komiknya ini sanggup bertahan melintasi berbagai generasi. Keunikan karakter dan kesederhanaan cerita yang dibawakan juga menjadi nilai plus Tatang dalam komiknya.

Sederhana, itulah yang ada di benak saya saat pertama kali berkenalan dengan komik-komik Gareng-Petruk karya Tatang S. Ia membuat gambar-gambar komiknya hitam-putih, dengan kertas tipis, tapi dibuat tetap berkesan. Di dalam komik-komik Gareng-Petruknya, Tatang selalu menceritakannya dengan bersahaja, tentang kehidupan orang-orang di desa antah-berantah, Desa Tumaritis. Komik Tatang ini unik dan memiliki ciri khas. Ia tidak membicarakan tema-tema cerita yang jauh, namun membicarakan keseharian kita, seperti soal pekerjaan, pengangguran, romantika orang pinggiran, hingga horor. Dalam komiknya, kita pasti menjumpai kekonyolan, keluguan, sampai ironi kehidupan. Menurut saya, Tatang tidak main-main menciptakan karakter Punakawan di setiap komiknya. Gareng dan Petruk merupakan lukisan orang pinggir kota yang memiliki cita-cita, impian, dan kesialan. Tokoh Semar dalam komiknya digambarkan sebagai seorang yang arif bijaksana, punya kharisma, dan disegani. Sedangkan Bagong, karakternya hamper mirip dengan Gareng dan Petruk. Gareng dan Petruk selalu dilukiskan sebagai anak muda pengangguran yang kerap menjumpai kesialan.

Tatang sungguh cerdas mengambil tema cerita yang dekat dengan pembaca. Kerap kita menjumpai kisah horor (mistik) dalam komiknya. Sosok hantu di komik Tatang selalu mengambil persepsi orang awam. Semisal, ia menggambarkan wewe gombel dengan wujud perempuan berbadan besar, mempunyai lidah menjulur panjang, mata melotot, bertaring, dan payudara besar menggelantung ditutupi rambut yang menjuntai hingga kaki. Hantu-hantu ini seringkali muncul ketika Gareng dan Petruk tengah ronda malam di kampong Tumaritis, saat malam Jumat Kliwon. Tatang pintar merubah suasana horor menjadi hal yang menggelitik. Contohnya, ketika Gareng dan Petruk dikejar oleh hantu, akhirnya mereka jatuh ke sungai.

Tatang punya segudang ide mengemas kemasan cerita komiknya. Tema pahlawan super dipilih Tatang untuk membuat pembaca tidak jenuh. Kita seringkali menjumpai Ksatria Baja Hitam, Megaloman, Superman, Batman, ataupun Spiderman dalam komiknya. Nama-nama pahlawan super itu sering diakhiri dengan kata Tumaritis, seperti Megaloman Tumaritis. Tokoh yang dipilih Tatang untuk 'berperan' menjadi pahlawan super siapa lagi kalau bukan Gareng dan Petruk. Pahlawan-pahlawan super ini kerap membantu orang-orang yang sedang kesusahan di kampung Tumaritis. Tentu saja Tatang tidak membuat mereka seperti aslinya. Dengan sentuhan idenya, Tatang meramunya menjadi pahlwan-pahlawan super yang konyol.

Teknik gambar dengan goresan hitam-putih sederhana, cerita dan banyolan norak khas jamannya, justru membuat para pembaca menjadi ketagihan setiap menikmati komik-komik karyanya. Selain itu, layaknya seniman yang bertanggung jawab dengan karyanya, Tatang selalu muncul dengan petuah bijak yang diutarakan lewat tokoh-tokohnya. Petuah Tatang sangat positif untuk siapapun, dari anak-anak hingga orang dewasa. Ciri lainnya, Tatang rajin mengirim salam untuk seseorang melalui komik-komiknya. Selain itu ia juga memiliki ungkapan yang kerap hadir dalam komiknya, yaitu "Salam manis tak akan habis, salam sayang tak akan hilang buat semua pencinta karya saya".

Pada tahun 1990-an, Tatang muncul dengan tema lain. Tema yang dikisahkan Tatang kala itu adalah tentang kehidupan surga dan neraka. Dengan idenya yang bebas,, ia menggambarkan sosok-sosok manusia pembangkang yang kemudian dihukum Tuhan di neraka, serta manusia-manusia patuh yang mendapat kehidupan bahagia di surga. Hukuman-hukuman neraka yang digambar Tatang dalam komiknya begitu detail, seperti ketika ada orang disetrika badannya karena waktu di dunia ia sering pergi ke tempat maksiat.

Pada 27 April 2003, Tatang S meninggal dunia. Menurut sejumlah rumor yang beredar, ia meninggal karena penyakit kencing manis. Penyakit ini diderita lantaran Tatang, yang sering kerja pada malam hari, ketagihan meminum minuman bersoda. Meski kehidupannya diliputi misteri, Tatang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk komik Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan produktifnya ia mencipta komik. Selain itu, bisa saya katakana bahwa Tatang merupakan seorang pemerhati sosial yang cerdas dan peka. Ini terlihat pada komik-komiknya yang selalu menggambarkan kehidupan dan watak masyarakat menengah-bawah dengan mendetail, serta ketimpangan sosial yang terjadi.
Berita Sumber Selengkapnya


Source: 

FAKTA!! Saat Presiden Suharto Menyamar Menjadi Rakyat Biasa

Presiden Suharto Menyamar

Berita ini berasal dari majalah berbahasa jawa "Penjebar Semangat" yang terbit pada 4 Oktober 1976 dengan tagline "Tindake Pak Harto Nylamur Kawulo Awur Kawulo". Dalam bahasa Indonesia, kurang lebih artinya " Presiden Suharto Menyamar Menemui Rakyat". Berikut ini adalah gambar halaman depan majalah Penyebar Semangat.



Perjalanan menyamar (incognito) Presiden Suharto ini dilakukan tanggal 17-21 November 1976 ke beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perjalanan menggunakan kendaraan darat tanpa diiringi para pejabat pemerintah, hanya sekelompok kecil pengawal dan staf. Rombongan kecil tersebut meninggalkan Jakarta menggunakan jeep. Pak Harto hanya didampingi Dan Satgas Pomad Kol. Munawar, ajudan Presiden Kol. Tri Sutrisno, dokter Kol. Mardjono dan Kepala Dokumentasi dan Mass Media Drs. Dwipojono.

Masuk Pasar

Dibawah ini adalah gambar Presiden Suharto saat masuk ke sebuah pasar di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Presiden Suharto berdialog langsung dengan pedagang di pasar. Anggota rombongan tidak ada yang memperkenalkan identitas Presiden Suharto sesungguhnya. Pada waktu itu, para pedagang tidak tau jika mereka sedang berbicara dengan seorang Presiden. Karena penampilan Presiden Suharto memakai topi dan baju batik, mereka menyangka beliau adalah seorang mantri pasar. Dari kunjungan ini beliau mendapat gambaran harga kebutuhan pokok rakyat.



Di Sawah

Di kabupaten Purwakarta, Pak Harto singgah dua kali, wawancara dengan petani-petani yang sedang menggarap sawah. Dari wawancara itu beliau mendapat keterangan langsung dari petani seputar penggarapan tanah, pemakaian pupuk dan hal-hal yang menjadi kesulitan para petani. Ketika singgah di sebuah Puskesmas, beliau menanyakan kepada para perawat mengenai program keluarga berencana dan pengelolaan Puskesmas. Setelah berkeliling seharian, Pak Harto dan rombongan menginap di pendapa Kawedanan Banjar, Kabupaten Ciamis. Sudah pasti kehadiran Kepala Negara yang mendadak itu membuat kalang kabut para pejabat setempat, seperti Camat dan Wedana karena tidak ada satu pun dari mereka yang diberi tahu mengenai rencana kunjungan Presiden tersebut.



Di Sekolah Dasar

Pak Harto singgah di sebuah SD Inpres untuk mengetahui secara langsung kondisi sekolah dan proses belajar mengajar. Ada kejadian unik yaitu ketika beliau mengoreksi kesalahan salah seorang guru ketika menyampaikan pelajaran, namun apa jawaban Pak Guru tersebut? "Memang, ini untuk menguji tingkat keseriusan para siswa dalam menerima pelajaran".

Di Bank Rakyat

Di sebuah Bank Rakyat Indonesia unit desa, Pak Harto menanyakan hal-hal seputar perkreditan untuk petani dan besarnya tunggakan kredit yang belum lunas. Beliau juga memberikan arahan langsung hal-hal teknis kepada pimpinan bank mengenai penanggulangan kredit-kredit dari petani yang masih menunggak. Setelah itu beliau menginap di kantor desa Sendangsari, 30 km sebelah utara kota Yogyakarta untuk persiapan melanjutkan perjalanan berikutnya ke Jawa Timur.

Meninjau Korban Banjir

Di Jawa Timur, Pak Harto menyinggahi tempat penampungan pengungsi korban banjir di kecamatan Pasirian kabupaten Lumajang. Beliau juga menengok dapur umum dan merasakan masakan yang akan dikirim kepada para korban. Pak Harto juga memberikan pidato sejenak untuk membesarkan hati para korban banjir yang sedang kesusahan. Presiden juga menganjurkan kepada para korban untuk bertransmigrasi ke luar Jawa, karena dengan bertransmigrasi akan lebih menyejahterakan para petani sebab lahan pertanian lebih luas daripada di pulau Jawa. Seusai melaksanakan serangkaian perjalanan penyamaran ini, rombongan menuju lapangan terbang Abdurachman Saleh, Malang untuk kembali ke Jakarta.



Akhirnya ditengah perjalanan, Presiden Suharto pun merasa lelah. Beliau duduk di tanah bersandarkan pagar yang terbuat dari bambu.



Semoga informasi ini berkenan buat sahabat omAyib, kiranya berkenan membagi artikel ini ke sahabat-sahabat lainnya dengan cara mengklik taombol FB atau Twitter dibawah ini.



Source: 

Manusia Aneh Abad Ke 18-19

1. Wang - Manusia UnicornTahun 1930, seorang petani Cina dari Mancgukuo bertemu dengan seorang bankir Rusia. Orang Rusia itu mengambil gambar si petani dan mengirimkan fotonya ke Robert Ripley dari acara 'Believe It Or Not'. Diketahui sebagai Wang, atau terkadang dipanggil Weng, petani ini sebenernya bertubuh normal, kecuali tanduk sepanjang 14 inci yang tumbuh dari belakang kepalanya. Ripley menawarkan uang yang banyak buat siapa saja yang bisa membawanya tampil di Odditorium. Namun, Wang menghilang dari publik di awal 1930an dan nggak pernah terdengar lagi kabarnya.



2. Martin Laurello - Manusia burung hantuPria bernama Martin Laurello ini lahir dengan nama Martin Emmerling di Nuremburg, Jerman tahun 1886. Dia mulai berakting di Eropa saat berumur 20an dan berlanjut ke Amerika tahun 1921. Dia tampil beberapa kali di Coney Island dan bekerja juga untuk Ringling Bros, pertunjukkan Barnum & Baileys. Dia juga bekerja untuk Royal American Shows milik Dick Best dan akhir tahun 1945 tampil dengan Ripley dengan "Popeye Perry" dan "Junior Stiles", bocah lobster berumur tujuh tahun.



3.Mary ann Webster - Wanita terjelekMary Ann Webster lahir di London, Inggris tahun 1874,dengan tujuh saudara. Saat muda, dia bekerja sebagai perawat dan tahun 1903 menikah dengan seorang penjual sayuran, Thomas Bevan. Tidak lama setelah menikah, Mary Ann mulai memperlihatkan gejala acromegaly, pembesaran karena pertumbuhan abnormal dan kelainan fungsi di wajah, seperti sakit kepala, penglihatan kabur dan sakit otot dan sendi. Dia punya empat anak sebelum Thomas meninggal tahun 1914.



4.Madamm Clofullia - Wanita berjanggutMadame Clofullia lahir dengan nama Josephine Boisdechene di Switzerland pada abad ke 18 awal. Kata orang, dia lahir dengan tubuh berambut dan punya janggut setebal 2 inci di umur delapan. Di umur delapan, dia mulai melakukan tur di Eropa bersama ayahnya. Di Paris, dia bertemu pelukis Fortube Clofullia dan lalu menikah dengannya. Dia menjadi terkenal karena menunjukkan janggutnya saat meniru punya Napoleon III. Lalu, penguasa daerah itu memberinya permata yang sangat besar.



5.Myrtle Corbin - Wanita berkaki empatJosephine Myrtle Corbin lahir di Lincoln Country, Tennesee tahun 1868. Dia lahir dipygus, punya dua panggul terpusah bersebelahan dari pinggang. Kaki tambahan ini adalah bagian dari kembarannya yang nggak terpisah dengan benar, kayak Frank Lentini yang punya tiga kaki. Setiap kaki kecilnya sepasang dengan kaki yang besar, Dia mengatakan bisa menggerakan kali kecilnya, tapi nggak cukup kuat buat berjalan. Dia punga empat putri dan satu putra.



6.Mademmoiselle Gabrielle - Wanita setengah tubuhLahir di Basle, Switzerland, tahun 1884, Gabrielle Fuller pertama kalo ikut sirkus di Paris Exposition tahun 1900. Dia melakukan perjalanan dengan Ringling Brothers Circus tampil di pertunjukkan Dreamland Coney Island. Dia menikah dua kali, yang pertama dengan John de Fuller. Dia punya badan atas yang sempurna yang berakhir di pinggang.



7.Lionel - Bocah berwajah singaStephan Bibrowsky lahir di Ploandia tahun 1890 dari orang tua yang normal. Dia menderita hypertrichosis, kelainan genetik yang jarang terjadi yang menutupi seluruh tubuh dengan bulu. Hanya ada sekitar 50 kasus dari kelainan ini yang diketahui sejak abad pertengahan. Dalam kasus Lionel, rambut sepanjang enam inci menutupi badannya. Dia ditemukan oleh seorang dari Jerman bernama Meyer saat dia empat tahun dan menjadi terkenal di Eropa dimana dia mendapat julukan manusia berwajah singa. Beda jauh sama binatang tentunya, dia pakai baju dan gaul dengan lima bahasa yang dia kuasai.



8. Juan Baptista de santos - Pria dengan 2 penisJean (atau Juan) Baptista dos Santos dikatakan telah menjadi seorang "Gipsey", lahir di Faro, Portugal di 1843. dari suami-istri normal dengan dua anak normal lainnya. Karirnya di pertunjukkan diawasi oleh tim medis. Tahun 1865, dia menghasilkan 200.00 franc untuk tampil dengan sirkus di Perancis selama dua tahun. Dia memiliki dua penis yang berfungsi dam tiga scrota, dua bagian yang punya satu testis. Dos Santos mengatakan dulunya dalam scrotum tengahnya juga juga terdapat sepasang testis, tapi sekarang telah menyatu dengan peruts saat dia berumur sepuluh tahun.



9.Joseph Merrick- Manusia GajahLahir tahun 1862, Joseph Merrick memiliki kelainan fisik yaitu daun telinganya tumbuh sangat besar ketika dia berumur lima tahun. Dia ikut sebuah pertunjukkan di tahun 1884, di sana dia diperlakukan dengan baik dan mendapat banyak uang. Seorang dokter pengunjung melihatnya dan berencana mengubah hidupnya. Sekarang diketahui Joseph Merrick sebenernya dia menderita sindrom Proteus dan bukan elephantiasis yang seperti yang dikira. Merrick meninggal di umur 27 karena mati lemas saat tidur.



10.Ella harper - Gadis UntaInilah tulisan pitch card dari Ella Harper. Pitch card tuh iklan buat attraksi pertunjukkan.



"Saya dipanggil gadis unta karena lutut saya menghadap belakang. Saya bisa berjalan dengan tangan dan kaki saya seperti yang Anda lihat di gambar. Saya telah berpergian untuk pertunjukkan selama empat tahun dan sekarang, tahun 1886 dan saya memutuskan berhenti dan pergi ke sekolah dan mencari kegiatan baru"




Source: