Tampilkan postingan dengan label mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mitos. Tampilkan semua postingan

Penyakit Dapat di Ketahui Dari Tanggal Lahir



* 1 Organ kepala, terutama bagian otak dan saluran pencernaan terutama lambung
* 2 Organ penglihatan dan saluran cerna terutama liver
* 3 Organ THT dan system peredaran darah terutama jantung
* 4 Organ tulang rangka dan Saluran pernapasan terutama paru-paru
* 5 Organ gerak bagian atas, persendian dan persyarafan
* 6 Organ gerak bagian atas, persendian dan peryarafan
* 7 Organ tulang rangka dan saluran pernapasan terutama paru - paru
* 8 Sistem peredaran darah terutama jantung dan THT
* 9 Saluran cerna terutama liver dan organ penglihatan
* 10 Saluran pencernaan terutama lambung dan kepala
* 11 Organ kepala terutama otak, liver dan organ penglihatan
* 12 Sistem reproduksi, THT dan organ penglihatan
* 13 Organ gerak bagian bawah, tulang rangka dan THT.
* 14 Organ gerak bagian atas, persendian dan persyarafan dan kepala
* 15 Sistem persendian-persarafan, anggota gerak bagian atas dan kepala
* 17 Sistem peredaran darah terutama jantung, system pernapasan terutama paru-paru dan THT
* 18 Saluran cerna terutama liver, organ penglihatan dan sisitem peredaran darah
* 19 Salutan pencernaan terutama lambung, kepala.
* 20 Organ penglihatan dan saluran cerna terutama liver
* 21 Organ THT, organ penglihatan dan system peredaran darah
* 22 Organ penglihatan, tulang rangka dan system persendian – persyarafan.
* 23 Organ penglihatan, THT dan anggota gerak bagian atas
* 24 Sistem persensendian – persyarafan, organ penglihatan dan tulang rangka
* 25 Organ penglihatan, system pernapasan terutama paru-paru dan anggota gerak bagian atas
* 26 Sistem peredaran darah terutama jantung, Tht dan organ penglihatan
* 27 Organ penglihatan, system pernapasan terutama paru-paru dan liver.
* 28 Organ Penglihatan, system peredaran darah, dan system pencernaan terutama lambung
* 29 Organ penglihatan dan liver
* 30 Organ THT dan system pedaran darah terutama jantung
* 31 Organ THT, tulang rangka, system saluran pernapasan terutama paru-paru

yang lahir tanggal 16 beruntung banget. tidak ada penyakit

ini bukan untuk dipercaya. cuma buat share aja.
semua tanggapan ada pada diri anda.
boleh percaya boleh tidak
sumber

Mitos dan Rekayasa Penokohan Kartini

Mengapa setiap 21 April kita memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan? Ada yang menarik pada Jurnal Islamia (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009 lalu. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, ada tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: "Mengapa Harus Kartini?"

Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Sejarawan yang menamatkan magister bidang sejarah di Universitas Indonesia ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Menyongsong tanggal 21 April 2009 kali ini, sangatlah relevan untuk membaca dan merenungkan artikel yang ditulis oleh Tiar Anwar Bahtiar tersebut. Tentu saja, pertanyaan bernada gugatan seperti itu bukan pertama kali dilontarkan sejarawan. Pada tahun 1970-an, di saat kuat-kuatnya pemerintahan Orde Baru, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik 'pengkultusan' R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Gugatan Terhadap Penokohan Kartini

Dalam buku Satu Abad Kartini (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4), Harsja W. Bahtiar menulis sebuah artikel berjudul "Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita". Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. "Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut," tulis Harsja W. Bachtiar, yang menamatkan doktor sosiologinya di Harvard University.

Harsja juga menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan. Anehnya, tulis Harsja, dua wanita itu tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut.

Padahal, papar Harsja, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudindikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengatetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf. Ia juga berhasil menampik usaha-usaha Belanda untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.

Tokoh wanita kedua yang disebut Harsja Bachriar adalah Siti Aisyah We Tenriolle. Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.




Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di Indonesia. Mula-mula Kartini bergaul dengan Asisten-Residen Ovink suami istri. Adalah Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini tiga bersaudara.



Harsja menulis tentang kisah ini: "Abendanon mengunjungi mereka dan kemudian menjadi semacam sponsor bagi Kartini. Kartini berkenalan dengan Hilda de Booy-Boissevain, istri ajudan Gubernur Jendral, pada suatu resepsi di Istana Bogor, suatu pertemuan yang sangat mengesankan kedua belah pihak."

Ringkasnya, Kartini kemudian berkenalan dengan Estella Zeehandelaar, seorang wanita aktivis gerakan Sociaal Democratische Arbeiderspartij (SDAP). Wanita Belanda ini kemudian mengenalkan Kartini pada berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Tokoh sosialisme H.H. van Kol dan penganjur "Haluan Etika" C.Th. van Deventer adalah orang-orang yang menampilkan Kartini sebagai pendekar wanita Indonesia.

Terbitnya Surat - Surat Kartini

Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun, pada tahun 1911, Abendanon menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul Door Duisternis tot Lich. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul Letters of a Javaness Princess. Beberapa tahun kemudian, terbit terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran (1922).

Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, Hilda de Booy-Boissevain mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan Komite Kartini Fonds, yang diketuai C.Th. van Deventer. Usaha pengumpulan dana ini lebih memperkenalkan nama Kartini, serta ide-idenya pada orang-orang di Belanda. Harsja Bachtriar kemudian mencatat: "Orang-orang Indonesia di luar lingkungan terbatas Kartini sendiri, dalam masa kehidupan Kartini hampir tidak mengenal Kartini dan mungkin tidak akan mengenal Kartini bilamana orang-orang Belanda ini tidak menampilkan Kartini ke depan dalam tulisan-tulisan, percakapan-percakapan maupun tindakan-tindakan mereka."

Karena itulah, simpul guru besar UI tersebut: "Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut."

Harsja mengimbau agar informasi tentang wanita-wanita Indonesia yang hebat-hebat dibuka seluas-luasnya, sehingga menjadi pengetahuan suri tauladan banyak orang. Ia secara halus berusaha meruntuhkan mitos Kartini: "Dan, bilamana ternyata bahwa dalam berbagai hal wanita-wanita ini lebih mulia, lebih berjasa daripada R.A. Kartini, kita harus berbangga bahwa wanita-wanita kita lebih hebat daripada dikira sebelumnya, tanpa memperkecil penghargaan kita pada RA Kartini."

Antara Kartini, Dewi Sartika dan Rohana Kudus

Dalam artikelnya di Jurnal Islamia (INSISTS-Republika, 9/4/2009), Tiar Anwar Bahtiar juga menyebut sejumlah sosok wanita yang sangat layak dimunculkan, seperti Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (kemudian pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Berikut ini paparan tentang dua sosok wanita itu, sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar.


Dewi Sartika

Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.



Rohana Kudus
Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).

Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Di Aceh, kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati.

Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. "Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan," begitu kata Rohana Kudus.

Peran Belanda Dalam Penokohan Kartini

Seperti diungkapkan oleh Prof. Harsja W. Bachtiar dan Tiar Anwar Bahtiar, penokohan Kartini tidak terlepas dari peran Belanda. Harsja W. Bachtiar bahkan menyinggung nama Snouck Hurgronje dalam rangkaian penokohan Kartini oleh Abendanon. Padahal, Snouck adalah seorang orientalis Belanda yang memiliki kebijakan sistematis untuk meminggirkan Islam dari bumi Nusantara. Pakar sejarah Melayu, Prof. Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan adanya upaya yang sistematis dari orientalis Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Kepulauan Nusantara.

Dalam bukunya, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu ((Bandung: Mizan, 1990, cet. Ke-4), Prof. Naquib al-Attas menulis tentang masalah ini:

"Kecenderungan ke arah memperkecil peranan Islam dalam sejarah Kepulauan ini, sudah nyata pula, misalnya dalam tulisan-tulisan Snouck Hurgronje pada akhir abad yang lalu. Kemudian hampir semua sarjana-sarjana yang menulis selepas Hurgronje telah terpengaruh kesan pemikirannya yang meluas dan mendalam di kalangan mereka, sehingga tidak mengherankan sekiranya pengaruh itu masih berlaku sampai dewasa ini."




Apa hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje? Dalam sejumlah suratnya kepada Ny. Abendanon, Kartini memang beberapa kali menyebut nama Snouck. Tampaknya, Kartini memandang orientalis-kolonialis Balanda itu sebagai orang hebat yang sangat pakar dalam soal Islam. Dalam suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 18 Februari 1902, Kartini menulis:

"Salam, Bidadariku yang manis dan baik!... Masih ada lagi suatu permintaan penting yang hendak saya ajukan kepada Nyonya. Apabila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr. Snouck Hurgronje, sudikah Nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut: "Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat?" Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya." (Lihat, buku Kartini: Surat-surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandri dan Suaminya, (penerjemah: Sulastin Sutrisno), (Jakarta: Penerbit Djambatan, 2000), hal. 234-235).

Melalui bukunya, Snouck Hurgronje en Islam (Diindonesiakan oleh Girimukti Pusaka, dengan judul Snouck Hurgronje dan Islam, tahun 1989), P.SJ. Van Koningsveld memaparkan sosok dan kiprah Snouck Hurgronje dalam upaya membantu penjajah Belanda untuk 'menaklukkan Islam'. Mengikuti jejak orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher, yang menjadi murid para Syaikh al-Azhar Kairo, Snouck sampai merasa perlu untuk menyatakan diri sebagai seorang muslim (1885) dan mengganti nama menjadi Abdul Ghaffar. Dengan itu dia bisa diterima menjadi murid para ulama Mekkah. Posisi dan pengalaman ini nantinya memudahkan langkah Snouck dalam menembus daerah-daerah Muslim di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Van Koningsveld, pemerintah kolonial mengerti benar sepak terjang Snouck dalam 'penyamarannya' sebagai Muslim. Snouck dianggap oleh banyak kaum Muslim di Nusantara ini sebagai 'ulama'. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai "Mufti Hindia Belanda'. Juga ada yang memanggilnya "Syaikhul Islam Jawa". Padahal, Snouck sendiri menulis tentang Islam: "Sesungguhnya agama ini meskipun cocok untuk membiasakan ketertiban kepada orang-orang biadab, tetapi tidak dapat berdamai dengan peradaban modern, kecuali dengan suatu perubahan radikal, namun tidak sesuatu pun memberi kita hak untuk mengharapkannya." (hal. 116).

Snouck Hurgronje (lahir: 1857) adalah adviseur pada Kantoor voor Inlandsche zaken pada periode 1899-1906. Kantor inilah yang bertugas memberikan nasehat kepada pemerintah kolonial dalam masalah pribumi. Dalam bukunya, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1985), Dr. Aqib Suminto mengupas panjang lebar pemikiran dan nasehat-nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda. Salah satu strateginya, adalah melakukan 'pembaratan' kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Menurut Snouck, lapisan pribumi yang berkebudayaan lebih tinggi relatif jauh dari pengaruh Islam. Sedangkan pengaruh Barat yang mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Snouck optimis, rakyat banyak akan mengikuti jejak pemimpin tradisional mereka. Menurutnya, Islam Indonesia akan mengalami kekalahan akhir melalui asosiasi pemeluk agama ini ke dalam kebudayaan Belanda. Dalam perlombaan bersaing melawan Islam bisa dipastikan bahwa asosiasi kebudayaan yang ditopang oleh pendidikan Barat akan keluar sebagai pemenangnya. Apalagi, jika didukung oleh kristenisasi dan pemanfaatan adat. (hal. 43).

Aqib Suminto mengupas beberapa strategi Snouck Hurgronje dalam menaklukkan Islam di Indonesia: "Terhadap daerah yang Islamnya kuat semacam Aceh misalnya, Snouck Hurgronje tidak merestui dilancarkan kristenisasi. Untuk menghadapi Islam ia cenderung memilih jalan halus, yaitu dengan menyalurkan semangat mereka kearah yang menjauhi agamanya (Islam) melalui asosiasi kebudayaan." (hal. 24).

Itulah strategi dan taktik penjajah untuk menaklukkan Islam. Kita melihat, strategi dan taktik itu pula yang sekarang masih banyak digunakan untuk 'menaklukkan' Islam. Bahkan, jika kita cermati, strategi itu kini semakin canggih dilakukan. Kader-kader Snouck dari kalangan 'pribumi Muslim' sudah berjubel. Biasanya, berawal dari perasaan 'minder' sebagai Muslim dan silau dengan peradaban Barat, banyak 'anak didik Snouck' – langsung atau pun tidak – yang sibuk menyeret Islam ke bawah orbit peradaban Barat. Tentu, sangat ironis, jika ada yang tidak sadar, bahwa yang mereka lakukan adalah merusak Islam, dan pada saat yang sama tetap merasa telah berbuat kebaikan.

3 Saran Yang Keliru Ketika Hamil

Ketika hamil, sepertinya bukan Anda saja yang merasa bahagia. Orang-orang di sekitar Anda juga ikut merasakannya. Mereka akan mencurahkan perhatian lebih banyak terhadap Anda. Salah satunya dengan memberikan berbagai saran baik supaya Anda tetap sehat dan bahagia selama kehamilan, serta bisa melahirkan bayi yang juga sehat pada akhirnya. Sayangnya, tidak semua saran itu sepenuhnya benar. Berikut beberapa contohnya:



1. Hamil = Makan untuk dua orang
Memang benar, saat hamil Anda akan makan untuk diri sendiri dan juga bayi yang ada di kandungan. Namun, bukan berarti Anda lantas boleh makan banyak dengan porsi untuk dua orang, ya. Ada yang lebih penting daripada sekadar porsi makanan, yaitu pilihan makanan yang kaya nutrisi, sehingga semuanya akan bermanfaat bagi Anda dan bayi. Dengan pilihan makanan yang tepat, otomatis berat badan Anda selama hamil tidak akan melonjak secara gila-gilaan. Apalagi, para ahli sebenarnya "hanya" mengizinkan kenaikan sebesar 11-15 kg saja selama kehamilan. Sebab, berat badan yang naik terlalu banyak akan membuat Anda lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi, sehingga akan berbahaya terhadap jabang bayi yang dikandung dan juga proses kelahirannya nanti.

2. Hamil = Harus banyak beristirahat
Selagi hamil, ada beberapa aktivitas fisik yang mungkin perlu Anda kurangi. Namun, bukan berarti Anda lantas hanya tidur-tiduran di rumah atau duduk-duduk saja di kantor. Para dokter tetap menganjurkan Anda untuk banyak bergerak (namun tidak lewat olahraga berintensitas tinggi). Tujuannya agar bisa mencegah kenaikan berat badan berlebihan, membantu tidur lebih nyenyak, serta mengurangi masalah-masalah lain yang sering muncul selama kehamilan, seperti nyeri pinggang, bengkak, dan sembelit. Karena itu, cobalah mendiskusikan rencana latihan Anda dengan dokter agar hasilnya dapat bermanfaat sekaligus tidak membahayakan Anda selama kehamilan.

3. Hamil = Harus banyak minum susu
Asupan kalsium sebanyak 1.000 mg per hari dapat membantu memperkuat tulang. Sehari-harinya, kita jarang bisa mencukupi angka ini. Sementara begitu hamil, kebutuhan kalsum kita juga ikut meningkat. Itu sebabnya, Anda mulai menambah asupannya dengan minum susu tinggi kalsium. Ini tidak salah, namun sebenarnya ada cara lain yang bisa membantu kita untuk mencapainya. Yaitu dengan menyantap berbagai makanan alami yang juga kaya kalsium. Kita bisa mendapatkannya dari sayur-sayuran berwarna hijau tua, ikan, serta buah-buahan. Jadi, tidak hanya dengan susu, ya!

Apa Benar "Tangan Gatal" Pertanda Datangnya Rezeki / Uang ??



Katanya sich klo telapak tangan kita gatal itu pertanda baik,karna tidak lama lg akan menerima uang.Bagi yg percaya mitos ini dia akan cengar-cengir bila telapak tangannya gatal "wwaachh...akan ada rizki nomplok niihhh".Dalam hatinya dia bertanya dari mana gerangan rizki itu datang sambil harap2 cemas,atau bahkan ada yg sdh mmbuat rencana,mau dikemanakan uang itu nantinya.Maklum rizki ini akan datang tanpa diduga alias gk perlu bersusah payah...apakah anda para blogger jg percaya mitos ini...???

Gk tahu apa sich sebenarnya hubungan GATAL dan UANG.Secara logika jelas gk gk hubungannya khan..?Keduanya ibarat utara dan selatan,atau barat dan timur,yg tak bisa disatukan.Tapi mengapa mitos pula mitos ini brkembang di brbagai kepulauan indonesia,mulai dari jawa hingga keluar pulau..mgkin di daerah para blogger jg sgt meyakini mitos ini Betul gk??

Kalo mau di otak-atik biar mathuk,yg menjadi jembatan antara UANG adan GATAL hanyalah telapak tangan.karna pemberian seseorang dlm bentuk apapun pasti diterima pake tangan.Gk mungkin kan kita terima pake kaki,bisa dijamin uang pasti ditarik kmbali klo terimanya dgn kaki.Masih mending bila hy dimarahi klo smpe kaki dan tangan melayang,urusannya ya bisa gawat..

Tapi knp ya kok bukan kepala aja yg dijadikan patokan..??bukankah dari otak segala hal bisa dipola?? NNaahh,,,Enakkan klo yg gatal itu kepala.Dgn mitos ini tinggal sebut aja keinginannya,maka apa yg diinginkannya akan terkabul.Tp itulah kenyataannya,MITOS yg mengasyiikkan ini tk ada kenyataannya...

Tentang rizki sesungguhnya setiap orang sdh jelas ketentuan baginya,hanya kita tak tau brp banyak kecuali yg udh kita terima.Kisah Umar bin Khothob sgt menarik utk dijdkan pelajaran...;Suatu hari dia trpesona melihat seseorang yg tiap hari hya duduk khusyuk brdoa di masjid tanpa mau bekerja,lalu keluarlah kata2 bijak dari Umar, "Sesungguhnya Langit Takkan Menurunkan Hujan emas."

Kisah ini sejalan kan dgn MITOS "telapak tangan gatal"??artinya menunggu sampai bokong berakarpun klo gk kerja jelas uang takkan datang...klo cuma duduk khusyuk berdoa tanpa kerja bisa hujan uang tentu aku jg gk perlu jauh2 merantau buat nimbun dollar tiggal datang kemasjid depan rumah aja udh beres,,,!!mgkin bisa2 tiap hari masjid slalu penuh...hheee

NNAACCHH....Gimana klo telapak yg gatal ternyata benar2 ada yg ngantar rizki??Jelas itu hya kebetulan aja mngkin hanya 1 atau 2 kali aja mitos yg kenyataan.Tp kebetulan bukanlah sandaran hukum SAUDARA...!!
Yg jelas klo telapak tangan gatal ya harus di garuk atau periksa dokter jangan2 ada kutu air atau penyakit kulit lainnya,,,hihiiii jijikk..cepet carikan obat jgn dikaitkaan dgn mitos yg membahayakan keimanan ya...!!

sumber

Mitos Makanan Penyebab Jerawat yang Salah & Benar

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQz571fMJRcLB9f7NFjTJF3YUjbeRR_40wn5t5NCBYH_AwWQYyfXw

Mitos Makanan Penyebab Jerawat yang Salah & Benar-Banyak mitos berkembang di masyarakat tentang makanan yang dapat menimbulkan jerawat. Cerita nenek moyang yang turun-temurun itu ada benarnya, namun ada juga yang salah.

Jadi jika Anda selama ini berpikir makanan berminyak dapat menimbulkan jerawat, Anda salah. Untuk memberikan pengetahuan yang lebih banyak tentang makanan yang berpengaruh dan tidak berpengaruh pada jerawat, simak mitos-mitos berikut ini, seperti dilansir dari Devine Caroline.

Makanan Berminyak Tidak Menyebabkan Jerawat
Kentang goreng dan keripik tidak berkontribusi pada timbulnya jerawat. Namun menurut mitos yang Anda dengar selama ini makanan berlemak pasti menyebabkan jerawat karena mengandung minyak.

Memang benar jika sebum–minyak alami– kulit dapat menyebabkan jerawat. Tapi, minyak dalam makanan sama sekali tidak terkait dengan sebum pada kulit. Kulit berminyak bisa desebabkan karena faktor genetik dan hormonal. Misalnya pada masa kehamilan, masa sebelum datang bulan atau pada masa puber.

Karbohidrat Bisa Menyebabkan Jerawat
Beberapa studi menyatakan bahwa karbohidrat dapat meningkatkan insulin dalam darah. Peningkatan insulin ini dapat mengganggu fungsi hormon sehingga menyebabkan jerawat. Dr Alan Shalita dari SUNY Downstate Medical Center di New York mengatakan, "Saya akan menyuruh pasien yang berjerawat untuk mengurangi asupan karbohidrat."

Cokelat Tidak Menyebabkan Jerawat
Selama ini yang banyak orang ketahui makan cokelat dapat menyababkan jerawat, padahal mitos tersebut salah. Diana McShane, seorang dokter kulit di Duke University, Amerika juga setuju jika cokelat tidak memiliki pengaruh dengan timbulnya jerawat.

"Cokelat disebut berperan dalam timbulnya jerawat selama beberapa dekade tanpa ada data yang meyakinkan," ujar McShane.

Beberapa studi tidak menemukan hubungan antara cokelat dan jerawat, tapi belum ada satupun data yang dibukukan. Walau begitu, sebagian besar profesional medis setuju jika cokelat penyebab jerawat hanyalah mitos yang salah.

Produk Olahan Susu Bisa Timbulkan Jerawat
Studi kesehatan yang dilakukan oleh Harvard University menemukan, remaja yang sering minum susu cenderung memiliki jerawat lebih banyak dibanding mereka yang mengonsumsi susu lebih sedikit. Dokter menyatakan, susu dapat menganggu fungsi hormon. Kemungkinan lain adalah gula dalam susu dapat meningkatkan kadar insulin yang sama efeknya dengan makan karbohidrat. Produk olahan susu antara lain keju dan yoghurt.


Source: 

Alasan Wanita Lajang Dilarang Konsumsi Pisang Ambon



Sebagai wanita lajang, tentu banyak aturan dan mitos yang selalu ada di sekitar kehidupan kita. Namun, beberapa mitos, ternyata memang bisa dibuktikan secara ilmiah. Itulah sebabnya pelarangan tersebut memang seharusnya dipatuhi.

Larangan makan buah pisang ambon bagi seorang yang masih gadis misalnya. Pakar gizi Prof Ir Ahmad Sulaeman MS PhD, dalam perbincangan ringannya dengan Republika, menjelaskan alasan ilmiah dibalik pelarangan ini. "Pisang ambon itu punya zat yang membuat libido tinggi," ujarnya.

Jika terlalu banyak mengonsumsi pisang ambon, bagi seorang gadis, akan berbahaya, karena libidonya akan naik. Padahal statusnya masih gadis, sehingga tak bisa menyalurkan hasrat seksualnya. "Jika sudah menikah, libido tinggi tak akan menjadi masalah, namun ketika masih gadis, ini menjdi problem tersendiri. Jadi lebih baik kurangi saja," ujarnya.


Source: