Memalukan, Paspampres Kebobolan di ASEAN Fair 2011 Nusa Dua Bali



Bagai tersangka, Nyoman Minta melakukan rekonstruksi terkait jebolnya Paspampres.

Sebuah insiden terjadi saat Presiden membuka ASEAN Fair 2011 yang diadakan Senin (24/10) pagi tadi di Nusa Dua, Bali. Yakni bobolnya pertahanan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Keteledoran aparat kali ini sungguh memalukan!

Saat sedang mengamati pertunjukan akrobat pesawat udara, seorang tukang kebun hotel yang mengendarai sepeda onthel tampak dengan santai mendekati SBY. Petugas yang kebobolan langsung mengamankan dan menarik keluar tukang kebun tersebut. Prosedur pengamanan acara kepresidenan pun dipertanyakan.

Pria tua yang membawa karung dengan naik sepeda onthel itu akhirnya diamankan secara paksa. Kejadian tersebut mengejutkan sekaligus memalukan mengingat pengamanan paspampres sangat ketat. Kejadian ini sempat membuat Polda Bali dan Pangdam 9 Udayana panik.

Sang tukang kebun lalu digiring dan diinterogasi. Sang tukang kebun mengaku tahu suasana ramai tapi tak tahu ada acara apa disana. Ia juga mengaku tak ada yang menegur sama sekali saat memasuki wilayah yang seharusnya diamankan. Ia hanya hendak ke kawasan Mumbul, pulang ke rumahnya.

Insiden ini sangat mencoreng nama Indonesia, padahal di bulan November mendatang Indonesia diuji dengan kedatangan sejumlah kepala negara penting dalam acara KTT ASEAN.

Videonya jebolnya ASEAN Fair 2011 oleh tukang kebun:



Tukang kebun 'canggih' yang belakangan diketahui bernama Nyoman Minta ini menarik perhatian publik karena ia masuk ke ring 1 dan lolos pengamanan hingga mengarah 5 meter dari tempat SBY berada. Atas ulahnya ini, Nyoman Minta diminta memperagakan bagaimana caranya ia bisa lolos dari pengamanan yang berlapis-lapis tersebut.

Dari hasil pemeriksaan karung yang dimana Nyoman Minta, tak ditemukan benda berbahaya yang bisa membahayakan nyawa Presiden SBY.

Kejadian bobolnya Paspampres ini bukan terjadi kali ini saja. Pada bulan Juni 2007 silam, sebanyak 24 penari Cakalele membobol pengamanan Paspampres di Lapangan Merdeka, Ambon.

Para hadirin termasuk Presiden menyangka bahwa tarian itu ialah bagian dari acara. Namun saat bendera RMS dibentangkan, mereka baru sadar bahwa Paspampres kebobolan.

Untung saja di ASEAN Fair 2011 tadi pagi yang masuk hanya tukang kebun biasa. Bayangkan jika yang masuk adalah teroris dengan peralatan tempur dan bom bunuh diri, kira-kira apa yang bakal terjadi? Bukankah ini benar-benar sangat memalukan?

Apa yang salah? Dan siapa yang harus bertanggung jawab?




Source: 
Olá! Se você ainda não assinou, assine nosso RSS feed e receba nossas atualizações por email, ou siga nos no Twitter.
Nome: Email:

0 komentar:

Poskan Komentar