Akuntansi keuangan : Instrumen Keuangan (IAS 32 - PPA (Setelah UTS))


Instrumen Keuangan: Pengungkapan dan Penyajian (IAS 32)
Catatan: IAS 32 dan IAS 39 dikeluarkan sebagai standar terpisah, tetapi dalam praktik diterapkan sebagai satu kesatuan karena berkaitan dengan fenomena akuntansi yang sama. IAS 39 (Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran) juga memuat beberapa pengungkapan, tambahan atas persyaratan dalam IAS 32. Persyaratan tersebut dijelaskan dalam bab ini dengan tipuan untuk memberikan daftar yang komprehensif atas seluruh masalah pengungkapan dan penyajian yang berkaitan dengan instrumen keuangan.
Para pengguna membutuhkan informasi yang akan meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya instrumen keuangan di dalam neraca (on balance-sheet) dan di luar neraca (off-balance-sheet) yang berkaitan dengan posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu perusahaan serta akan meningkatkan pemahaman mereka atas penilaian jumlah, waktu, dan kepastian arus kas masa depan yang berhubungan dengan instrumen tersebut. IAS ini
              menetapkan ketentuan mengenai penyajian instrumen keuangan di neraca, dan
              mengidentifikasikan informasi yang harus diungkapkan mengenai instrumen keuangan di dalam neraca (yang diakui) dan di luar neraca (yang tidak diakui).
35.2                   RUANG LINGKUP STANDAR
Standar ini berhubungan dengan seluruh jenis instrumen keuangan, baik yang diakui maupun yang tidak diakui, dan harus diterapkan untuk seluruh kontrak pembelian atau penjualan produk nonkeuangan yang dapat diselesaikan bersih:


              secara tunai,
              dengan instrumen keuangan lainnya, atau
              dengan mempertukarkan instrumen keuangan, seakan-akan kontrak tersebut merupakan instrumen keuangan,
dengan pengecualian terhadap kontrak yang bertinjuan untuk menerima atau mengirimkan barang atau jasa non keuangan, sesuai dengan ketentuan penjualan, pembelian atau penggunaan yang diharapkan perusahaan.
Ketentuan penyajian berlaku untuk klasifikasi instrumen keuangan menjadi:
              aktiva keuangan,
              kewajiban keuangan, atau
              instrumen ekuitas.
dan pendapatan harus diklasifikasikan menjadi:
              bunga terkait,
              dividen, dan
              keuntungan dan kerugian.
IAS ini mengharuskan pengungkapan melalui
              arus kas masa depan yang terkait dengan instrumen keuangan,
              kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk instrumen tersebut,
              penggunaan instrumen keuangan oleh perusahaan,
           tujuan usaha yang dilakukan oleh instrumen tersebut, , • risiko yang terkait dengan instrumen tersebut,
              kebijakan manajemen untuk pengendalian risiko tersebut.
35.3                         KONSEP POKOK
35*3.1 Instrumen keuangan ifinancial instrument) adalah jenis kontrak yang menimbulkan aktiva keuangan pada suatu perusahaan dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas pada perusahaan lain.
35.3.2 Aktiva keuangan ifinancial asset) adalah aktiva berupa
              uang tunai (sebagai contoh uang yang disimpan di bank);
              hak kontraktual untuk menerima kas atau aktiva keuangan (sebagai contoh, hak debitor dan instrumen derivatif);
              hak kontraktual untuk mempertukarkan instrumen keuangan dalam kondisi yang berpotensi menguntungkan;
              instrumen ekuitas perusahaan lain (sebagai contoh, investasi pada saham).
Aktiva fisik (sebagai contoh persediaan dan hak paten) bukanlah aktiva keuangan karena tidak menimbulkan hak kontraktual kini untuk menerima kas atau aktiva keuangan lainnya.
35.3.3                     Kewajiban keuangan (financial liability) adalah kewajiban kontraktual untuk
             menyerahkan suatu aktiva keuangan (sebagai contoh, kreditor dan instrumen derivatif), atau
             mempertukarkan instrumen keuangan dalani kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan.
35.3.4                     Instrumen ekuitas (equity instrument) adalah suatu kontrak yang menjadi bukti kepemilikan residual (sisa) atas aktiva suatu perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya. Kewajiban untuk menerbitkan instrumen ekuitas bukanlah kewajiban keuangan karena menyebabkan kenaikan ekuitas dan tidak dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
35.3.5                     Nilai wiyar (/air value) adalah suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran aktiva atau penyelesaian kewajiban antara pihak- pihak yang paham (knowledgeable) dan berkeinginan (willing) untuk melakukan transaksi yang w^jar (a r m 's length transaetion).
35.4                        PERLAKUAN AKUNTANSI
35.4.1                     Pihak yang menerbitkan laporan keuangan harus menggolongkan instrumen atau bagian/komponen dari suatu instrumen pada saat pengakuan awal (initial recognition) sebagai kewajiban keuangan, aktiva keuangan, atau instrumen ekuitas sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi kewajiban keuangan, aktiva keuangan, dan instrumen ekuitas.
35.4.2                      Pihak yang menerbitkan instrumen keuangan campuran (compound financial instrument) yang memiliki elemen kewajiban dan ekuitas (sebagai contoh obligasi konvertibel) harus menggolongkan bagian komponen instrumen secara terpisah, sebagai contoh: total jumlah - bagian kewajiban = bagian ekuitas. Sekali digolongkan, penggolongan tersebut tidak dapat diubah, sekalipun keadaan ekonomi mengalami perubahan. Tidak terdapat keuntungan atau kerugian yang timbul dari pengakuan dan penyajian bagian instrumen secara terpisah.
35.4.3                      Bunga, dividen, kerugian, dan keuntungan yang terkait dengan kewajiban keuangan harus dilaporkan di laporan laba rugi sebagai beban atau pendapatan. Pembagian kepada pemegang instrumen ekuitas harus didebit langsung ke ekuitas. Oleh karena itu, klasifikasi instrumen keuangan menentukan perlakuan akuntansinya:


372 BAB 35 Instrumen Keuangan: Pengungkapan dan Penyajian (IAS 32)
              Dividen atas saham yang diklasifikasikan sebagai kewajiban dengan demikian diklasifikasikan dengan cara yang sama seperti pembayaran bunga atas kewajiban yang diklasifikasikan sebagai beban. Selanjutnya, dividen seperti ini harus diakru sepanjang waktu.
              Keuntungan dan kerugian (premi dan diskonto) atas penarikan atau pen­danaan kembali instrumen yang diklasifikasikan sebagai kewajiban dilaporkan di laporan laba rugi, sedangkan keuntungan dan kerugian dari instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas pihak penerbit dilaporkan sebagai perubahan dalam ekuitas.
35.4.4 Aktiva keuangan dan kewajiban keuangan harus disalinghapuskan
(offset) hanya jika
             terdapat hak yang dapat dipaksakan oleh hukum untuk melakukan saling hapus, dan
             terdapat maksud untuk menyelesaikan secara bersih atau merealisasikan aktiva dan menyelesaikan kewajiban terkait secara bersamaan.
35.5                         PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
35.5.1                        Instrumen keuangan dan bagian komponennya harus diklasifikasikan untuk mencerminkan substansi perjanjian kontrak, sebagai kewajiban keuangan, aktiva keuangan, atau instrumen ekuitas.
35.5.2                         Kebijakan manajemen risiko menjelaskan tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan, yang meliputi:
             Kebijakan untuk melakukan lindung nilai atas setiap kelompok utama transaksi yang diprakirakan (fbrecasted transaction)
             Risiko harga (mata uang, suku bunga, dan risiko pasar)
              Risiko kredit
              Risiko likuiditas
              Risiko arus kas.
35.5.3                         Untuk setiap kelompok aktiva keuangan, kewajiban keuangan, dan instrumen ekuitas, hal-hal berikut ini harus diungkapkan:
              Informasi mengenai ruang lingkup dan sifatnya, termasuk syarat-syarat dan kondisi yang penting, yang mungkin akan memengaruhi jumlah, waktu, dan kepastian arus kas masa depan, seperti:


Nilai pokok atau nilai nosional
Tingkat atau besarnya bunga dan dividen
Tanggal jatuh tempo atau eksekusi
Jaminan yang dimiliki
Opsi dan periode penyelesaian awal
Informasi valuta asing
Opsi konversi
Perjanjian kontrak
Jumlah dan waktu penerimaan atau pembayaran di masa depan


               Kebijakan akuntansi, termasuk kriteria pengakuan dan dasar pengukuran, seperti metode dan asumsi yang diterapkan, dalam membuat estimasi nilai wajar (terpisah untuk setiap kelompok aktiva keuangan dan kelompok kewajiban keuangan).
35.5.4                             Sehubungan dengan risiko tingkat suku bunga, untuk setiap kelompok aktiva keuangan dan kewajiban keuangan, hal-hal berikut ini harus diungkapkan:
              Tanggal penentuan kembali harga sesuai kontrak atau tanggal jatuh tempo (mana yang lebih dulu)
e Suku bunga efektif
               Informasi lain mengenai risiko suku bunga yang dihadapi.
35.5.5                            Sehubungan dengan risiko kredit, hal-hal berikut ini harus diung­kapkan untuk setiap kelompok aktiva keuangan:
              Jumlah terdekat yang menunjukkan risiko kredit maksimum yang dihadapi tanpa memperhitungkan nilai wajar jaminan
               Konsentrasi risiko kredit yang signifikan
               Informasi lain mengenai eksposur terhadap risiko kredit.
35.5.6                            Untuk setiap kelompok aktiva keuangan dan kewajiban keuangan, informasi mengenai nilai wajar berikut ini harus diungkapkan:
               Nilai wajar untuk instrumen yang diperdagangkan:
              Aktiva yang dimiliki atau kewajiban yang akan diterbitkan: harga tawaran (bid price)
              Aktiva yang hendak dibeli atau kewajiban yang dimiliki: harga pena­waran (offer price)
e Untuk instrumen yang tidak diperdagangkan, pengungkapan kisaran nilai sudah memadai
e Apabila tidak praktis untuk menentukan nilai wajar secara andal, maka fakta tersebut harus diungkapkan bersama dengan informasi mengenai karakteristik-karakteristik utama instrumen keuangan yang relevan untuk nilai wajarnya.


               Nilai tercatat dan nilai wajar, untuk setiap jenis atau untuk setiap pengelom­pokan aktiva tersebut yang memadai
               Alasan mengapa tidak dilakukan pengurangan terhadap nilai tercatat, termasuk bukti yang mendukung pemulihan nilai tersebut.
35.5.8                            Hal-hal berikut ini harus diungkapkan secara terpisah untuk lindung nilai atas nilai wajar {fair i alur hedge), lindung nilai atas arus kas dan lindung nilai atas investasi bersih pada sebuah perusahaan asing:
               Deskripsi mengenai lindung nilai
               Deskripsi mengenai instrumen keuangan yang dirancang sebagai lindung nilai dan nilai wajarnya
               Hakikat risiko yang dilindung nilai
               Untuk lindung nilai terhadap transaksi yang diprakirakan:
              periode saat transaksi tersebut diperkirakan akan terjadi
              kapan akan mulai ditentukan laba atau rugi yang timbul dari transaksi tersebut
              deskripsi mengenai setiap transaksi yang diprakirakan yang sebelumnya telah menggunakan akuntansi lindung nilai tetapi tidak lagi diperkirakan akan terjadi
                Untuk keuntungan atau kerugian yang terkait dengan lindung nilai arus kas yang telah diakui langsung dalam ekuitas (melalui laporan perubahan ekuitas):
              Jumlah yang diakui dalam ekuitas
<1> Jumlah yang dialihkan dari ekuitas menjadi laba atau rugi bersih untuk periode tersebut
             Jumlah yang dialihkan dari ekuitas dan dialokasikan ke dalam nilai tercatat aktiva atau kewajiban dalam suatu transaksi yang diprakirakan dan telah dilindung nilai.


Pendapatan dan beban bunga yang disajikan secara terpisah
              Jumlah yang direalisasi dan belum direalisasi disajikan secara terpisah Keuntungan dan kerugian akibat tidak diakuinya lagi (derecognition) suatu aktiva atau kewajiban disajikan secara terpisah dari jumlah yang berasal dari penyesuaian nilai wajar
               Jumlah pendapatan bunga yang diakru atas pinjaman yang diturunkan nilainya disajikan secara terpisah.
Untuk aktiva keuangan yang diukur pada biaya yang diamortisasi:
               Pengungkapan atas fakta tersebut
               Deskripsi mengenai aktiva keuangan
              Nilai tercatat
               Penjelasan mengenai alasan nilai wajar tidak dapat diukur secara andal
              Kisaran estimasi yang mungkin dapat digunakan untuk menentukan nilai wajar
              Pengungkapan atas hal-hal berikut apabila aktiva keuangan yang diukur dengan biaya yang diamortisasi dijual:
O Fakta mengenai hal tersebut
O Nilai tercatat pada saat penjualan
O Keuntungan atau kerugian yang diakui
Alasan untuk melakukan reklasifikasi aktiva keuangan untuk dilaporkan sebesar biayayang diamortisasi dan bukan sebesar nilai wajar Untuk kerugian karena penurunan nilai atau pembatalan kerugian tersebut:
              Sifat kerugian
Nilai tercatat aktiva keuangan yang digunakan sebagai jaminan atas kewajiban dan seluruh syarat dan kondisi yang terkait dengan aktiva yang dijaminkan tersebut.
              Apakah aktiva keuangan sudah tidak lagi diakui (dereeognized). Pihak pemberi pinjaman mengungkapkan:








376 BAB 35 Instrumen Keuangan: Pengungkapan dan Penyajian (IAS 32)
Ringkasan berikut ini diambil dari The World Bank Annual Report 2003.
Aktiva likuid IBRD terutama berupa pinjaman kepada pemerintah dan badan resmi lainnya, deposito berjangka, dan kewajiban tanpa syarat lain kepada bank dan lembaga keuangan, swap mata uang dan suku bunga, sekuritas yang dijamin aktiva dan kontrak futures, serta opsi yang terkait dengan kewajiban tersebut.
Risiko likuiditas meningkat dalam pendanaan umum untuk aktivitas IBRD dan dalam penentuan posisi keuangannya. Termasuk pula di dalamnya risiko tidak dapat mendanai portofolio aktiva pada tanggal jatuh tempo dan tingkat bunga yang memadai dan risiko tidak mampu melakukan likuidasi atas suatu posisi tepat pada waktunya dengan tingkat harga yang memadai. Tujuan manajemen likuiditas adalah untuk memastikan ketersediaan arus kas yang cukup untuk memenuhi komitmen keuangan IBRD.
Sesuai dengan kebijakan manajemen likuiditas IBRD, total kepemilikan aktiva likuid harus dipertahankan pada atau di atas suatu batas minimum kehati-hatian tertentu. Jumlah minimum tersebut sama dengan jumlah estimasi kewajiban jasa pinjaman tertinggi dalam waktu enam bulan berturut-turut ditambah dengan satu setengah dari jumlah bersih pemberian pinjaman yang telah disetujui seperti yang diproyeksikan dalam suatu tahun fiskal. Batas minimum kehati-hatian untuk tahun fiskal 2004 ditetapkan sebesar $18 miliar, tidak berubah dari jumlah yang ditetapkan untuk tahun fiskal 2003. IBRD juga memiliki aktiva likuid lebih besar dari jumlah minimum untuk memberikan fleksibilitas dalam penentuan waktu transaksi peminjaman dan untuk memenuhi kebutuhan modal keija.
              Aktiva likuid dapat dimiliki dalam bentuk tiga subportofolio yang berbeda: stabil; operasional; dan opsional (discretionary), masing-masing dengan profil risiko dan acuan kineija yang berbeda-beda.
              Portofolio stabil umumnya merupakan portofolio investasi yang menentukan tingkat minimum kehatian-hatian atas likuiditas, yang ditentukan pada setiap awal tahun fiskal.
              Portofolio operasional menyediakan modal kerja untuk keperluan arus kas IBRD sehari-hari.
IBRD memiliki berbagai jenis risiko dalam proses penyediaan jasa perbankan di bidang pembangunan. Aktivitasnya menimbulkan empat jenis utama risiko keuangan: risiko kredit, risiko pasar (suku bunga dan nilai tukar); risiko likuiditas; dan risiko operasional. Risiko utama yang melekat pada IBRD adalah risiko kredit suatu negara atau risiko portofolio pinjaman.


Struktur tata kelola manajemen risiko meliputi suatu Sekretariat Manajemen Risiko yang mendukung Komite Manajemen dalam menjalankan fungsi peng­awasan. Sekretariat Manajemen Risiko didirikan pada tahun fiskal 2002 untuk membantu Komite Manajemen, khususnya dalam melakukan koordinasi atas aspek manajemen risiko yang berbeda-beda dan terkait dengan risiko yang melintasi area fungsional yang ada.
Untuk manajemen risiko keuangan, terdapat Komite Manajemen Aktiva/ Kewajiban yang diketuai oleh Direktur Keuangan. Komite Manajemen Aktiva/ Kewajiban bertugas membuat rekomendasi dalam area kebijakan keuangan, kecukupan dan alokasi modal risiko, dan mengawasi pelaporan keuangan. Dua subkomite yang membuat laporan kepada Komite Manajemen Aktiva/Kewajiban adalah Sub Komite Manajemen Risiko Pasar dan Mata uang dan Subkomite Risiko Kredit.
Subkomite Manajemen Risiko Pasar dan Mata Uang mengembangkan dan mengawasi kebijakan atas pengukuran, pelaporan, dan pengelolaan risiko kredit komersial dan pasar yang dihadapi oleh IBRD. Subkomite ini juga mengawasi kepatuhan dengan kebijakan yang mengatur manajemen mata uang dan risiko kredit komersial yang dihadapi. Kegiatan khusus yang dilakukan meliputi penetapan panduan untuk membatasi risiko pasar dan neraca, penggunaan instrumen derivatif, penetapan panduan investasi dan pengawasan terhadap kesesuaian antara aktiva dan pendanaannya. Subkomite Risiko Kredit mengawasi pengukuran dan pelaporan risiko kredit negara-negara dan menganalisis pengaruh provisi kerugian atas pinjaman dan jaminan dalam perubahan yang terjadi atas peringkat risiko negara anggota yang melakukan pinjaman atau pergerakan antara portofolio akrual dan nonakrual.
Risiko kredit negara, yang merupakan risiko utama yang dihadapi oleh IBRD diidentifikasi, diukur, dan diwasi oleh Departemen Risiko Kredit Negara, yang dipimpin oleh Direktur Kredit. Unit ini terlepas dari unit bisnis IBRD. Selain secara terus-menerus menilai kelayakan kredit para peminjam, departemen ini bertanggung jawab untuk mengukur risiko portofolio pinjaman, menentukan kecukupan provisi untuk kerugian pinjaman dan jaminan serta mengawasi para peminjam yang rentan terhadap krisis dalam waktu dekat.
Risiko pasar, risiko likuiditas, dan risiko kredit antarpihak dalam operasi keuangan IBRD diidentifikasi, diukur, dan diawasi oleh Departemen Keuangan Korporat, yang berdiri sendiri lepas dari unit bisnis IBRD. Departemen Keuangan Korporat bekeija sama dengan manajer keuangan IBRD yang bertanggung jawab atas manajemen risiko sehari-hari, menetapkan dan mendokumentasikan proses yang memfasilitasi, mengendalikan, dan mengawasi risiko. Proses ini dibuat berdasarkan identifikasi dan pengukuran awal atas risiko oleh setiap unit bisnis.
Proses dan prosedur yang digunakan IBRD untuk mengelola profil risiko secara terus menerus berkembang seiring dengan perubahan aktivitas yang dilakukan sebagai respons terhadap perkembangan pasar, kredit, produk dan


lainnya. Direktur Eksekutif, khususnya anggota Komite Audit, secara periodik memeriksa tren profil risiko dan kinerja Bank Dunia serta perkembangan yang signifikan dalam kebijakan dan kendali terhadap manajemen risiko.
IBRD menghadapi risiko yang berasal dari perubahan pasar, khususnya bunga dan kurs. Bila dibandingkan dengan risiko kredit negara, risiko pasar yang dihadapi bank dunia relatif kecil. IBRD telah memiliki kerangka manajemen aktiva/ kewajiban yang terintcgrasi sehingga dapat mengukur dan melakukan lindung nilai terhadap risiko pasar terkait dengan karakteristik produk dalam portofolio IBRD secara fleksibel.
Manajemen Aktiva/Kewajiban
Tujuan Manajemen Aktiva/Kewajiban bagi IBRD adalah untuk memastikan pendanaan yang cukup untuk setiap produk dengan biaya yang ada yang paling menarik dan untuk mengelola komposisi mata uang, profil jatuh tempo dan karakteristik sensitivitas suku bunga atas portofolio kewajiban yang mendukung setiap produk pinjaman sesuai dengan ketentuan khusus mengenai produk tersebut dan parameter risiko yang telah ditetapkan. Informasi nilai kini digunakan dalam proses manajemen aktiva/kewajiban.
Sebagai bagian dari proses manajemen aktiva/kewajiban, IBRD menggunakan sekuritas derivatif untuk mengelola dan mengelola karakteristik aktiva dan kewajibannya. IBRD menggunakan instrumen derivatif untuk menyesuaikan karakteristik penentuan ulang suku bunga atas aktiva dan kewajiban tertentu di neraca, atau sekelompok aktiva dan kewajiban dengan karakteristik penentuan ulang yang sama, dan untuk mengubah komposisi aktiva dan kewajiban bersih. Tabel 14 menjelaskan informasi nilai kini untuk setiap produk pinjaman, portofolio aktiva likuid dan utang yang dialokasikan untuk mendanai aktiva tersebut.
Terdapat dua sumber utama risiko suku bunga potensial bagi IBRD. Yang pertama adalah sensitivitas tingkat suku bunga yang terkait dengan selisih bersih antara tingkat yang dihasilkan IBRD dari aktivanya dengan biaya pinjaman yang mendanai aktiva tersebut. Kedua adalah sensitivitas tingkat suku bunga terhadap pendapatan yang diperoleh dari pendanaan sebagian aktiva IBRD dengan ekuitas. Secara umum, tingkat suku bunga nominal yang lebih rendah akan menghasilkan tingkat bunga pinjaman yang lebih rendah, yang selanjutnya akan mengurangi laba nominal atas ekuitas IBRD. Lagi pula, karena portofolio pinjaman bergeser dari kelompok pinjaman menjadi pinjaman berbasis LIBOR, sensitivitas pendapatan IBRD terhadap perubahan dalam suku bunga pasar akan meningkat.


Tobel 14
Portofolio Insturmen Kauangon Dalam jutaan dolar AS
Per tanggal 30 Juni 2003                  Per tanggal 30 Juni 2002

Nilai Tercatat
Hasil (Yiold) Kontrak­tual
Patokan Nilai Kini
Nilai Tercatat
Hasil {Yiold) Kontrak­tual
Patokan Nilai Kini
Pinjaman"
Kelompok pinjaman multimata uang
dongan suku bunga variabel Kelompok pinjaman dengan mala
uang tunggal Pinjaman dongan iproad variabel Pinjaman mota uang tunggal dongan
bunga tetap Pinjaman ponyosuaian struktural dan sektor khusus
$116.240 22.728
20 490
36.424 15.315
8.454
4,09% 4,62
6,95
1,62 6,45
3,33
$6.353 2.447
1.682
44 1.756
8
$121 589 28.076
25.585
33.031 15.873
11.505
5.06% 5,03
8,12
2,44 6,59
4,22
$4.865 1.766
1.987
54 969
15
Pinjaman dongan iproad lelap Pinjaman bunga lelap lainnya
12.414 415
3,18 7,92
401 15
7.017 502
4.00 7,86
57 17
Portofolio Aktiva Likuid"''
$ 26.423
1,35%

$ 24.886
2,11%

Peminjaman (termasuk swap)"
$107.845
2,75%
$4.946
$114.261
3,61%
$3.499
Kelompok ulang multimata uang dengan suku bunga variabol Kelompok ulang dengan mala uong tunggal
Utang dongan iproad variabol Utang mala uang tunggal dongan bunga lelap
Ulang penyesuaian struktural dan sektor khusus
13615
12 857
25.151 12.400
8.012
3,96
5,68
1,05 6.13
1,04
2.624
1.046
(186) 1.451
(22)
17.875
16.996
22.106 13.727
11.916
4,09
7,03
1,96 5,83
j 1,79
1.780
1.260
(229) 774
(74)
Ulang dengan iproad tolap Ulang lainnya
7.146 28.664
2,61 1,42
133 1100)
5.055 26.586
3,13 2.27
(85) 73
O Mani (/»•/«/) kontraktual disajikan sebelum penerapan pengabaian bunga
Tidak termasuk kelompok pinjaman mala uang tunggal dongan bunga lelap, yang digolongkan sebagai pinjaman bunga lelap



Termasuk pinjaman mata uang tunggal denaan bunga tetap yang luku bunganya belum ditetapkan pada akhir tahun d termasuk pmjamon tanpa iyarat yang standar
N,lt>                                               den pengembalian kontraktual dihitung menurut sualu daun yang memabukkan bunga yang mauh harui dibayar dan
jumlah yany belum diamortiioiJ, tetapi tidak termasuk pengaruh penerapan FAS 133 f Portofolio akt.va likuid dicatat dan dilaporkan sebesar nilai paiar dan tidak termasuk aktiva investasi yang terkail denaan imbalan pafttaWja lain tertentu
f lormatuk jumlah yang belum dialokasikan pada tanggal 30 Juni 2003 dan 30 Juni 2002


Untuk meminimalkan risiko nilai tukar dalam lingkungan multimata uang, IBRD menyandingkan kewajiban peminjamannya dalam satu mata uang (setelah aktivitas swap) dengan aktiva dalam mata uang yang sama, sebagaimana ditentukan dalam Anggaran Dasarnya. Lagi pula, kebijakan IBRD adalah untuk meminimalkan sensitivitas nilai tukar atas rasio ekuitas terhadap pinjamannya. IBRD menjalankan kebijakan ini dengan melakukan konversi mata uang secara periodik untuk menyamakan komposisi ekuitasnya dengan komposisi pinjaman yang belum dilunasi. Kebijakan ini dirancang untuk meminimalkan pengaruh fluktuasi pasar atas rasio ekuitas terhadap pinjaman, sehingga mempertahankan kemampuan IBRD untuk lebih menyerap kerugian potensial dari tunggakan terlepas dari kondisi lingkungan pasar.
Risiko operasional adalah kerugian potensial yang timbul dari proses atau sistem internal yang tidak memadai atau gagal, faktor manusia, atau peristiwa luar, dan termasuk pula gangguan usaha dan kegagalan sistem, kegagalan pengolahan transaksi dan kegagalan dalam melakukan eksekusi tanggung jawab hukum, fidusia, dan agensi. IBRD, seperti lembaga keuangan lainnya, berupaya untuk mengurangi risiko operasional dengan mempertahankan sistem kendali internal yang dirancang untuk mempertahankan risiko tersebut pada tingkat yang memadai menurut kekuatan keuangan IBRD dan karakteristik kegiatan dan pasar di mana IBRD beroperasi.
Menurut dasar pelaporan nilai w^jar, IBRD mencatat seluruh aktiva dan kewajiban keuangannya berdasarkan nilai estimasi. Menurut dasar pelaporan, IBRD mencatat investasi dan derivatif, sesuai definisi FAS 133, berdasarkan nilai wajar. Derivatif ini meliputi sifat khusus instrumen utang yang, untuk tujuan akuntansi, dinilai dan dicatat secara terpisah sebagai aktiva atau kewajiban. Apabila dimungkinkan, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan harga pasar. Jika harga pasar yang dapat digunakan tidak tersedia, maka nilai wajar didasarkan pada model arus kas terdiskonto dengan menggunakan estimasi pasar atas arus kas dan tingkat diskonto.
Seluruh model keuangan yang digunakan sebagai input atas laporan keuangan IBRD ditentukan oleh verifikasi internal dan eksternal dan pemeriksaan oleh staf yang memenuhi syarat. Model ini menggunakan input yang bersumber dari pasar, seperti kurva hasil suku bunga, nilai tukar, dan volatilitas opsi. Pemilihan input ini mungkin memerlukan sejumlah pertimbangan. Ketidaktepatan dalam melakukan estimasi atas faktor-faktor ini dan perubahan dalam asumsi, dapat berpengaruh terhadap laba bersih dan posisi keuangan IBRD yang dilaporkan di neraca.



2003
2002
INVESTASI—PORTOFOLIO YANG


DIPERDAGANGKAN


Opsi dan future


• Posisi juol
$9.590
$6.300
• Posisi beli
222
976
• Eksposur kredit akibat kemungkinan tidak
#
lp 1
tertagihnya pinjaman


Swap mata uang0


• Eksposur kredit akibat kemungkinan tidak
92
51
tertagihnya pinjaman


Swap suku bungo


• Pokok nosional
4.575
10.705
• Eksposur kredit akibat kemungkinan tidak
50
8
tertagihnya pinjaman


PORTOFOLIO PEMINJAMAN


Swap mata uang


• Eksposur kredit akibat kemungkinan tidak
6.949
2.092
tertagihnya pinjaman


Swap suku bunga


• Pokok nosional
82.112
82.533
• Eksposur kredit akibat kemungkinan tidak
5.079
3.084
tertagihnya pinjaman



Olá! Se você ainda não assinou, assine nosso RSS feed e receba nossas atualizações por email, ou siga nos no Twitter.
Nome: Email:

0 komentar:

Poskan Komentar