PEMERKOSAAN ANGKOT TEROR JAKARTA TERBARU Razia Angkot Pemerkosa Beraura Mesum

FOTO ANGKOT MESUM WANITA CANTIK DIPERDAYA Pemerkosaan Angkot Teror Jakarta Terbaru Razia Angkot Pemerkosa Beraura Mesum. Kepolisian didesak segera melakukan langkah cepat agar tidak terulang kasus pemerkosaan di dalam angkutan umum atau angkot di berbagai daerah, khususnya Jakarta. Jika tidak, pemerkosaan di angkot akan menjadi teror bagi kaum perempuan. Lihat Video Penampakan Malaikat Jatuh Citos Jakarta (Youtube) Malaikat Bersayap Bersinar Terang jatuh Di Cilandak dan Video Bola Api Amerika Serikat AS Youtube Penampakan UFO Mirip Meteor Berbentuk Bola Api USA.

"Ini kasus teror Jakarta terbaru jadi momok yang meneror. Kita harus pastikan Jakarta aman dan tempat lain," ucap Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPR, Kamis.

Priyo dimintai tanggapan mengenai serangkaian kasus pemerkosaan di dalam angkot. Terakhir, seorang perempuan berinisial RS (27) diperkosa oleh empat orang secara bergiliran di dalam angkutan kota D-02 (Pondok Labu-Ciputat).

Priyo menilai, pemerkosaan beramai-ramai adalah perbuatan yang sangat tidak beradab. Dia mengaku marah membaca berita mengenai pemerkosaan itu. Politikus Partai Golkar itu berharap para pelaku diganjar hukuman seberat-beratnya untuk memberikan efek jera.

Teror Ibukota: Pemerkosaan di Jakarta Diprediksi Meningkat

Kasus pemerkosaan di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada 2010 mencapai 40 kasus. Sementara itu, kasus pemerkosaan pada 2011 hingga pertengahan bulan September ini mencapai 40 kasus.

Diperkirakan, jumlah ini meningkat jika tidak segera dilakukan upaya pencegahan. Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sujarno mengungkapkan, pada umumnya kasus pemerkosaan terjadi pada malam hari.

"Umumnya kejadian malam," ujarnya, di Polda Metro Jaya.

Ia melanjutkan, dari Januari hingga pertengahan September 2011 ini telah terjadi 40 kasus pemerkosaan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Para pelaku paling banyak melakukan aksinya di lingkungan perumahan, yakni mencapai 26 kasus. Lainnya, di jalan umum termasuk angkutan umum (3), kantor (1), keramaian (1), perumahan BTN (8), dan real estate (1).

Sementara itu, wilayah yang paling rawan aksi pemerkosaan terletak di Kabupaten Tangerang mencapai 9 kasus. Lainnya, di Kabupaten Bekasi (7), Tangerang Kota (5), Jakarta Barat (4), dan Jakarta Pusat (4).

"Kalau di angkutan umum ini yang belakangan banyak diberitakan. Faktor kaca gelap dan sound system yang dipasang kencang-kencang itu juga menjadi peluang terjadinya pemerkosaan," tutur Sujarno.

Operasi targetkan pemerkosa

Dengan kerawanan yang semakin mengkhawatirkan, Sujarno mengungkapkan, pihaknya berencana memasukkan fokus pelaku-pelaku pemerkosaan dalam Operasi Sikat Jaya yang akan berlangsung sebelum SEA Games XXVI 2011. Operasi selama 30 hari ini bertujuan sebagai cipta kondisi sebelum event akbar itu dilakukan.

"Kalau rawan seperti ini rasanya perlu dibuat TO (target operasi) khusus bagi para pelaku pemerkosaan dalam Operasi Sikat ini," ungkap Sujarno.

Ia mengatakan, situasi saat ini sebenarnya mirip dengan kejadian kejahatan di dalam taksi pada tahun 2000-an. Saat itu, warga Jakarta dikhawatirkan dengan pelaku perampokan bahkan pemerkosaan yang tiba-tiba masuk ke dalam taksi.

"Sasaran dari Operasi Sikat ini street crime, premanisme, serta pencurian dan kekerasan (curas). Pemerkosaan di dalam angkutan umum bisa dimasukkan ke dalam target street crime. Saya rasa ini perlu," katanya.

Untuk membantu kerja polisi, tuturnya, korban juga diminta jangan enggan melapor ke pihak kepolisian.

"Kami di sini ada bagian khusus yang menangani itu di Renakta (remaja, anak-anak, dan wanita). Jadi, jangan enggan melapor. Kalau tidak mau dipublikasikan, kami bisa jaga itu," tandasnya. kompas

Cek Spesifikasi Iphone 5 16GB 32GB iPhone 5 Black dan White di besteasyseo.blogspot.com

Pemerkosaan Angkot, Teror Jakarta Terbaru, Razia Angkot Pemerkosa, Kasus Angkot Beraura Mesum, Video Teror Pemerkosaan Jakarta, Youtube Wanita Cantik Diperkosa di Angkot, Angkutan Umum
Olá! Se você ainda não assinou, assine nosso RSS feed e receba nossas atualizações por email, ou siga nos no Twitter.
Nome: Email:

0 komentar:

Poskan Komentar